How to Be Champion with Mr. Adi Mesti Jadi

Rabu, 4 November 2015, bertempat di Star Function Room, Intiland, Jakarta, ERA Indonesia kembali menggelar Sales Training Series (STS) dimana dalam kesempatan akhir tahun ini, ERA mengundang Adi Mesti Jadi yang merupakan Senior Division Director dari ERA Singapore dengan mengangkat topic “How to Be Champion”. Training yang dilaksanakan di 2 kotaselama 2 hari berturut – turut mendapat sambutan yang cukup antusias dari Marketing ERA dengan total sejumlah 200 orang hadir dalam training rangkaian STS ini.Adi Mesti Jadi yang didampingi istrinya, Ayu Yanti, menceritakan pengalaman hidup dan kiat dalam menjadi agen properti yang handal khususnya dalam mempromosikan diri menjad sebuah Champion. Adi menyampaikan bagaimana awalnya dia bergabung dengan ERA dari seorang Insiyur, beliau mulai bergabung part time baru selang beberapa tahun, setelah pemutusan kerja, Adi kemudian memutuskan untuk full time di ERA. Awalnya Adi dan istri mulai memikirkan untuk mengubah nama menjadi nama yang mudah diingat orang, menarik, namun juga harus menjadi doa untuk dirinya. Perencaaninidimulaidariawalketikabergabungpart time di ERA. Seiringberjalanwaktu, tidak lama untuk Adi mengkhususkan diri untuk menguasai komunitas Melayu yang memang dekat dengan Adi dan keluarga.
 
Adi memberikan tips untukmengevaluas iKekuatan dan Kelemahan diri sehingga bisa menggunakan kekuatan itu menjadi keunikan diri yang dapat digunakan untuk menjadi Marketing yang berbeda dari yang lainnya. Perihal beriklan pun, Adi menyampaikan bahwa dirinya rutin beriklan di Koran, Radio dan juga Portal Properti Online serta media lainnya. Namun sudah dari tahun lalu, Adi menghentikan iklan di Koran karena tidak efektif dan tidak mendapat respon seperti tahun – tahun sebelumnya. Saat ini Adi lebih memusatkan beriklan di Radio dan dipasang di waktu – waktu penting, yaitu saat jam berangkat ke kantor, jam makan siang dan jam pulang kantor.
 
Selanjutnya Adi menyampaikan bahwa harus dilihat media mana yang efektif dan iklan seperti apa yang efektif. Adi selalu mencoba beragam materi iklan dan media sampai akhirnya dia mengetahui dan memahami jalur dan materi seperti apa yang efektif untuk berpromosi. Dibutuhkan proses waktu dan pengorbanan materi dan konsistensi untuk promosi.Adi juga sharing bahwa di saat yang sepi justru seorang Marketing yang baik akan mempromosikan diri atau listing dua kali lebih banyak. Inti pelajarannya adalah di saat orang lain mundur, di saat orang lain berhenti, kita harus memanfaatkan kesempatan dan memunculkan diri, memperlihatkan diri. Besarnya budget yang dikeluarkan bisa mencapai 10% dari pendapatannya. Adi tahu dalam bisnis ini orang harus mengenal dirinya dan harus jujur dalam bertransaksi agar ada kesinambungan dan transaksi selanjutnya di masa depan. Secara sederhana dapat dilihatdari Facebook Adi dan istri, semua hanya materi positif dan juga info tentang keluarga yang terpapar karena mereka memposisikan diri sebagai Marketing yang terbuka dan jujur.
Selain di Jakarta, Adi dan istri juga mengisi sesi di Surabaya pada keesokan harinya, pada hari Kamis, 5 November 2015 di World Trade Center R. Dhoho Lt.3, Jl. Pemuda No. 27-31, Surabaya. Acara seharusnya pk. 09.00-13.00, tapi karena perserta sangat antusias (dari banyaknya pertanyaan dr Marketing), acara selesai pk. 13.30.